PERKEMBANGAN TEKNOLOGI





PERKEMBANGAN TEKNOLOGI
Dewasa ini kemajuan dalam bidang teknologi berlangsung amat pesat sehingga tidak memungkinkan seseorang untuk mengikuti seluruh proses perkembangannya. Perkembangan teknologi ini tidak terlepas dari adanya perkembangan dalam bidang sains yang juga telah berlangsung dengan pesat sekali terutama sejak abad ke-19 hingga sekarang. Proses perkembangan sains yang telah dilakukan oleh para ilmuwan sains, membawa dampak positif bagi perkembangan teknologi, dengan diciptakannya alat peralatan yang merupakan produk teknologi. Produk teknologi ini pada gilirannya juga membawa kemajuan dalam bidang sains.
            Perkembangan teknologi tidak berlangsung dalam kurun waktu yang pendek, tetapi pada hakikatnya telah dimulai sejak ratusan ribu tahun yang lalu, ketika orang atau manusia purba mulai menggunakan batu sebagai alat untuk mempermudah pekerjaan merek. Dalam sejarah masa itu disebut Zaman Batu, yang kemudian disusul dengan zaman-zaman berikutnya dimana orang mulai mengenal logam seperti besi, tembaga, perunggu dan menggunakannya untuk berbagai keperluan. Dengan ditemukannya logam-logam itu maka penemuan alat-alat yang berguna bagi aktivitas manusia mulai berkembang. Mesin-mesin, kendaran-kendaraan mulai diciptakan oleh para ahli teknik. Dengan demikian perkembangan teknologi ini jelas membawa dampak bagi perkembangan peradaban masyarakat.
Sejarah menunjukkan bahwa mula-mula teknologi berkembang tanpa ada hubungannya dengan perkembangan sains. Namun kemudian kenyataan bahwa perkembangan sains itu mengakibatkan perkembangan teknologi dan sebaliknya perkembangan teknologi juga mengakibatkan perkembangan sains, merupakan hal yang tidak dapat dipungkiri.
Sebelum kita membahas tentang perkembangan teknologi dari zaman ke zaman, maka kita perlu mengetahui terlebih dahulu apa itu teknologi.
            Pengertian teknologi yang tertua, sangat sederhana, dan paling umum dikenal orang ialah sebagai barang buatan dari manusia.  Barang buatan itu biasanya dilawankan dengan benda alam.  Misalnya sebatang kayu dari pohon yang tumbang adalah suatu benda alam.  Kalau kemudian batang kayu dari pohon itu dipotong, dipahat, dibentuk, dan dilakukan penggarapan lainnya oleh manusia sehingga menjadi sebuah perahu yang digunakan untuk menyeberangi sungai, maka batang kayu itu berubah menjadi barang buatan yang disebut teknologi.  Tentu pada zaman amat kuno, yang sudah tidak dapat diketahui usianya, perahu itu tidak disebut teknologi.  Kata “teknologi” sendiri barulah diciptakan orang pada sekitar 1777, awal zaman modern (Gie, 1996:15-16).
            Selanjutnya Gie (1996:21) menjelaskan pembahasan tentang pengertian teknologi  harus menjelaskan kegiatan apa atau bagaimana yang telah terjadi sehingga menghasilkan berbagai barang buatan manusia itu.
            Teknologi adalah penggunaan yang efisien dari ilmu, keterampilan, dan bahan untuk memproduksi benda-benda kebudayaan.  Dalam teknologi, kerja sama antara pikiran dan tangan merupakan alat yang efektif untuk memproduksi barang.
            Bila dipandang secara keseluruhan maka perkembangan teknologi menunjukkan kemajuan yang terus-menerus.  Pada tahap pertama perkembangan kebudayaan, teknologi baru membantu pekerjaan yang dilakukan dengan tangan manusia.  Kemudian dengan digunakannya binatang, roda, dan as, setahap demi setahap tenaga alam menggantikan tenaga manusia.  Mesin-mesin makin lama makin disempurnakan dan menjadi lebih kuat sesuai dengan adanya perkembangan di bidang tenaga uap, tenaga listrik, dan tenaga nuklir.  Sejalan dengan perubahan setahap demi setahap dari penggunaan secara langsung tangan manusia pada alat-alat dan mesin maka terjadi pula perubahan dari penggunaan hasil alam secara langsung kepada penggunaan bahan-bahan sintetis hasil teknologi (Salam, 2000:20).
A.   TEKNOLOGI PADA ZAMAN PURBA
Secara naluriah manusia yang hidupnya pada zaman purba, yaitu sekitar 200 hingga 100 ribu tahun yang lalu, berusaha mempertahankan hidupnya dengan cara makan dan minum benda-benda yang ada pada lingkungan mereka. Berburu binatang, mengambil buah-buahan serta menggali umbi tanaman tertentu, telah merupakan kebiasaan mereka untuk mempertahankan hidupnya. Karena kepentingan yang sama, mereka membentuk kelompok-kelompok kecil yang kemudian jumlah anggotanya bertambah dengan adanya perkawinan. Orang laki-laki membuat alat-alat dari batu untuk mempermudah pekerjaan mereka. Mereka juga membuat alat semacam tombak yang ujungnya terbuat dari batu yang runcing untuk berburu.
Dengan ditemukannya cara membuat api, manusia purba mulai membua barang-barang dari tanah liat yang dapat mereka gunakan untuk menyimpan bahan makanan. Dengan jalan memanaskan tanah liat tersebut. Dengan cara ini mereka telah mampu membuat barang-barang tembikar.
Mereka menciptakan suatu produk untuk tujuan tertentu, merupakan bukti bahwa mereka telah mengenal teknologi sederhana dan mereka juga telah menjadi pelaku teknologi. Kata “teknologi” baru diciptakan orang pada abad ke-18. Kata ini berasal dari kata Yunani “techne” yang berarti seni kesenian. Kata teknologi mengandung dua pengertian pokok yakni kegiatan dan produknya. Ada sifat pokok yang menyertai, yaitu efisiensi dan mempunyai tujuan tertentu.
Dengan adanya teknologi sederhana ini kehidupan manusia purba makin meningkat dan mereka kemudian mengubah pola tindakannya dari berburu ke beternak binatang, dan dari mencari umbi-umbian dan buah-buahan kepada usaha bercocok tanam. Teknologi pengairan ladang yang mereka ciptakan membuat hasil pertanian makin baik.
Sekitar tahun 7000 SM orang menemukan logam tembaga yang dibuat alat-alat yang diperlukan. Sekitar tahun 4000 SM logam tembaga dibentuk menjadi peralatan dengan cara dipanaskan kemudian ditempa. Selanjutnya mereka menemukan membuat peralatan dengan memanaskan logam dengan api hingga mencair, kemudian dituangka ke dalam cetakan hingga menghasilkan alat yang diinginkan. Dengan demikian teknologi pengolahan logam telah dimulai.
Besi adalah salah satu unsur yang banyak digunakan dalam perkembangan teknologi. Penggunaan besi dalam perkembangan teknologi diawali dengan pembuatan senjata, baju perang, maupun kereta kuda untuk berperang. Melalui beberapa eksperimen pembuatan besi makin disempurnakan, antara lain dengan menggunakan kokas, yaitu batu bara yang telah dihilangkan unsur belerangnya. Besi yang lebih baik kualitasnya disebut baja. Logam-logam lain yang ditemukan misalnya perunggu dan emas, banyak digunakan untuk hiasan atau alat-alat yang digunakan dalam upacara pemujaan.
Selain besi orang telah mampu membuat kaca. Potongan kaca tertua ditemukan di daerah Mesir dan berasal dari masa Firaun Mesir Amenophis I. Gelas pertama dibuat dengan dicetak. Sekitar tahun 250 SM orang Suriah memperkenalkan teknik pembuatan alat-alat dari gelas dengan jalan ditiup.
B.   PERKEMBANGAN TEKNOLOGI DI DUNIA ISLAM
Perkembangan teknologi di dunia Islam meliputi berbagai bidang, antara lain penggunaan air dan angin sebagai sumber energi, irigasi dan bendungan penggunaan mesiu untuk peperangan, pembuatan kapal laut, teknologi kimia, indukstri tekstil dan kertas, teknologi pangan dan pertanian, serta pertambangan.
Aliran air sungai yang cukup deras merupakan sumber energi yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan dengan mempergunakan roda yang dapat berputar oleh adanya aliran itu.  Orang-orang Islam sangat tekun mencari sumber air yang dapat digunakan sebagai sumber energi.  Biasanya penggilingan didirikan di tepi sungai untuk memanfaatkan kecepatan aliran sungai di tempat itu.  Pada abad ke 11 di kota Basra didirikan penggilingan semacam itu dan selanjutnya di tiap propinsi di wilayah Islam Spanyol dan di Afrika Utara terdapat sejumlah penggilingan dengan maksud digunakan oleh masyarakat.
Sebagian dari negeri-negeri Islam di daerah Timur Tengah dan Afrika Utara memiliki curah hujan yang kecil, sehingga untuk menjaga agar daerah pertanian tetap memperoleh air, mereka menggunakan sistem irigasi.  Sistem irigasi diperkenalkan oleh orang-orang muslim kepada masyarakat didaerah Spanyol sekaligus dengan memperkenalkan tanaman berupa buah-buahan dan sayuran yang belum ada di daerah tersebut.
Perkembangan teknologi dalam bidang kemiliteran ditandai adanya senjata-senjata tajam berupa panah, bangunan pertahanan atau benteng, serta senjata pembakar dan mesiu.  Sejak awal sejarah Islam, senjata pemabakar telah digunakan dalam berbagai pertempuran.  Menurut para ahli sejarah penggunaan mesiu oleh orang-orang Islam dalam pertempuran di Al Mansura pada abad ke-13 merupakan salah satu faktor penentu kemenangan mereka.
Dengan adanya sungai-sungai besar dan juga laut yang menjadi bagian dari negara-negara Islam, maka alat transportasi berupa kapal laut merupakan suatu hal yang mutlak adanya.  Para ahli teknik Muslim telah mampu membuat kapal dalam berbagai ukuran, baik yang akan digunakan untuk keperluan perdagangan maupun untuk peperangan.
Perkembangan teknologi kimia pada hakikatnya merupakan akibat dari perkembangan ilmu kimia yang telah dipelopori oleh ilmuwan Muslim pada abad pertengahan.  Para ilmuwan Muslim telah membuat berbagai alat untuk melakukan eksperimen kimia yang tertera dalam buku “Kitab Al-Asrar” yang ditulis oleh Al-Razi pada tahun 925.  Alat tersebut meliputi alat yang terbuat dari gelas, porselen dan besi.
Indukstri tekstil memelopori industri di masa kejayaan Islam karena tekstil merupakan kebutuhan pokok masyarakat.  Serat yang digunakan untuk membuat tekstil yang baik adalah wol atau bulu domba, kemudian digunakan kapas  yang dikenalkan oleh bangsa Arab dan kemudian sutera.
Perkembangan teknologi pada industri kertas juga menjadi unggulan negara-negara Islam.  Orang Islam mempelajari pembuatan kertas pada tawanan perang dari Cina yang dibawa ke Samarkand sehingga kertas dapat diproduksi oleh orang Islam pada abad ke-10 di Samarkand.
Perkembangan dalam teknologi pertanian dan teknologi pangan juga telah terjadi di dunia Islam.  Teknologi pengawetan makanan seperti metode pengeringan, pengasinan, pengasapan memegang peranan penting pada usaha pemasaran hasil peternakan dan pertanian ini.  Pengetahuan tentang cara pengawetan makanan ini telah banyak ditulis oleh para ilmuwan Muslim.
Di daerah kekuasaan Islam yang luas terdapat berbagai jenis bijih logam dan mineral dalam tanah.  Untuk memanfaatkannya mereka membuat tambang-tambang guna mengambil bahan galian itu dan memprosesnya menjadi logam (Poedjiadi, 2005:50-57).
C.   PERKEMBANGAN TEKNOLOGI PADA ABAD KE-20
Setelah abad ke-18 banyak hasil-hasil perkembangan teknologi yang penting dan kemudian dikembangkan lebih lanjut dan disempurnakan hingga mencapai bentuk serta sistem kerjanya yang moderen. Dalam abad ke-20 perkembangan teknologi menjadi lebih canggih dan dapat cepat berubah sehingga umur sebuah komoditas hasil teknologi menjadi semakin pendek. Sebagai contoh ialah komputer. Perkembangan komputer terasa sangat cepat sehingga sebuah komputer dalam waktu beberapa bulan saja telah ada generasi berikutnya. Berikut ini sejarah perkembangan teknologi beberapa produk.
a.      Sinar Laser
Kata laser ialah akronim dari “light amplification by stimulated emission of radiation” (penguatan cahaya melalui emisi radiasi yang dirangsang). Sinar laser banyak digunakan dalam dunia kedokteran sebagai alat pemotong dalam operasi mikro. Teori dasarnya telah ditemukan oleh Albert Einstein (1879-1955) pada tahun 1917. Pada tahun 1951 seorang ahli fisika Amerika melakukan eksperimen dengan menggunakan gelombang mikro sebagai energi yang diperkuat.
Previous
Next Post »