semi konduktor

3. a. Semikonduktor Intrinsik (murni)

Silikon dan germanium merupakan dua jenis semikonduktor yang sangat penting dalam

elektronika. Keduanya terletak pada kolom empat dalam tabel periodik dan mempunyai

elektron valensi empat. Struktur kristal silikon dan germanium berbentuk tetrahedral

dengan setiap atom memakai bersama sebuah elektron valensi dengan atom-atom

tetangganya. Gambar 6.1 memperlihatkan bentuk ikatan kovalen dalam dua dimensi.

Pada temperatur mendekati harga nol mutlak, elektron pada kulit terluar terikat dengan

erat sehingga tidak terdapat elektron bebas atau silikon bersifat sebagai insulator.



Energi yang diperlukan mtuk memutus sebuah ikatan kovalen adalah sebesar 1,1

eV untuk silikon dan 0,7 eV untuk germanium. Pada temperatur ruang (300K),

sejumlah elektron mempunyai energi yang cukup besar untuk melepaskan diri dari

ikatan dan tereksitasi dari pita valensi ke pita konduksi menjadi elektron bebas (gambar

6.2). Besarya energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron dari pita valensi ke

pita konduksi ini disebut energi terlarang (energy gap). Jika sebuah ikatan kovalen

terputus, maka akan terjadi kekosongan atau lubang (hole). Pada daerah dimana terjadi

kekosongan akan terdapat kelebihan muatan positif, dan daerah yang ditempati elektron

bebas mempunyai kelebihan muatan negatif. Kedua muatan inilah yang memberikan

kontribusi adanya aliran listrik pada semikonduktor murni. Jika elektron valensi dari

ikatan kovalen yang lain mengisi lubang tersebut, maka akan terjadi lubang baru di

tempat yang lain dan seolah-olah sebuah muatan positif bergerak dari lubang yang lama ke lubang baru.



Semikonduktor tipe-n

Semikonduktor tipe-n dapat dibuat dengan menambahkan sejumlah kecil atom pengotor

pentavalen (antimony, phosphorus atau arsenic) pada silikon murni. Atom-atom

pengotor (dopan) ini mempunyai lima elektron valensi sehingga secara efektif memiliki

muatan sebesar +5q. Saat sebuah atom pentavalen menempati posisi atom silikon

dalam kisi kristal, hanya empat elektron valensi yang dapat membentuk ikatan kovalen

lengkap, dan tersisa sebuah elektron yang tidak berpasangan (lihat gambar 6.3).

Dengan adanya energi thermal yang kecil saja, sisa elektron ini akan menjadi elektron

bebas dan siap menjadi pembawa muatan dalam proses hantaran listrik. Material yang

dihasilkan dari proses pengotoran ini disebut semikonduktor tipe-n karena

menghasilkan pembawa muatan negatif dari kristal yang netral. Karena atom pengotor memberikan elektron, maka atom pengotor ini disebut sebagai atom donor.





Semikonduktor tipe-p

Dengan cara yang sama seperti pada semikonduktor tipe-n, semikonduktor tipe-p dapat

dibuat dengan menambahkan sejumlah kecif atom pengotor trivalen (aluminium, boron,

galium atau indium) pada semikonduktor murni, misalnya silikon murni. Atom-atom

pengotor (dopan) ini mempunyai tiga elektron valensi sehingga secara efektif hanya

dapat membentuk tiga ikatan kovalen. Saat sebuah atom trivalen menempati posisi

atom silikon dalam kisi kristal, terbentuk tiga ikatan kovalen lengkap, dan tersisa

sebuah muatan positif dari atom silikon yang tidak berpasangan (lihat gambar 6.4) yang

disebut lubang (hole). Material yang dihasilkan dari proses pengotoran ini disebut

semikonduktor tipe-p karena menghasilkan pembawa muatan negatif pada kristal yang

netral. Karena atom pengotor menerima elektron, maka atom pengotor ini disebut

sebagai atom aseptor (acceptor)



1. Semikoduktor

Semikonduktor adalah bahan padat yang sifat hantaran listriknya terletak antara

bahan konduktor dan bahan isolator. Pada suhu rendah berprilaku seperti bahan isolator,

dan pada suhu tinggi berprilaku seperti bahan konduktor. Pita konduksi dan pita valensi

terisi sebagian serta band gapnya cukup sempit. Semikonduktor juga dapat diartikan

sebagai bahan yang memiliki nilai hambatan jenis (ρ) antara konduktor dan isolator yakni

sebesar 10-6 sampai dengan 104ohm.m. semikonduktor dapat juga diartikan bahan yang

memiliki pita energi terlarang terlarang (forbidden band) atau energi gap (EG) yang relatf

kecil kira-kira sebesar 1 eV.



Pita Energi Si dan Ge

Pita energi adalah kumpulan garis pada tingkat energi yang sama akan saling

berimpit. Berdasarkan pengisian elektron, pita energi dapat dibedakan menjadai dua jenis,

yaitu pita valensi dan pita konduksi. Pita valensi adalah pita energi teratas yang terisi

penuh oleh elektron, sedangkan pita konduksi adalah pita energi yang berada di atas pita

valensi yang terisi oleh sebagian atau tidak terisi sama sekali oleh elektron. Pada umumnya

diantara pita valensi dan pita konduksi terdapat suatu celah yang disebut dengan celah

energi ( hole ).[1]



pita energi untuk Kristal

semikonduktor. pada keadaan kesetimbangan (equilibrium), pita energi terbagi menjadi

dua bagian dan dipisahkan oleh daerah dimana elektron tidak bisa bergerak atau

beroperasi, daerah ini disebut daerah terlarang (forbidden gap atau band gap). Pita atas

dinamakan pita konduksi, dan pita bagian bawah dinamakan pita valensi.



Donor atau Semikonduktor Jenis n

Suatu unsure Sb ditambahkan dalam jumlah sedikit ke dalam semikonduktor Ge

dan Si. Atom-atom pencampur mempunyai ukuran yang sebanding dengan atom-atom Ge

dan Si. Di dalam Kristal, satu atom pencampur dikelilingi oleh atom-atom bahan

semikonduktor. Empat atom tetangga dari atom pencampur (Gambar 3). Elektron valensi

ke lima dari atom pencampur lepas dari ikatan, sehingga dapat dikeluarkan dan dibebaskan

dengan mengeluarkan sejumlah energy yang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan

energy yang diperlukan untuk membongkar ikatan kovalen.

dipisahkan dan dipindahkan ke pita hantaran atau pencampur menjadi ion tidak bergerak

bermuatan positif. Masing-masing atom pencampur dalam peristiwa ini memberikan satu

electron bebas ke semikonduktor. Semikonduktor yang berisi pencampur jenis ini

dinamakan semikonduktor jenis n karena pembawa-pembawa arus yang dihasilkan

merupakan muatan negative (elektron). Elektron-elektron bebas yang dihasilkan dengan

cara ini dinamakan electron berlebihan.

Elektron-elektron merupakan pembawa mayoritas dan lubang yang dibangkitkan

panas merupakan pembawa minoritas dalam semikonduktor jenis n. alam semikonduktor

jenis n, kalau n dan p berturut-turut menggambarkan konsentrasi electron dan konsentrasi

lobang, dapat ditunjukkan bahwa np = nipi = ni

2 dimana ni dan pi adalah nilai-nilai

intrinsik.
Previous
Next Post »