Material Semikonduktor

Material Semikonduktor

Bila ditinjau dari sifat listriknya, suatu bahan zat padat dapat dikelompokan menjadi

beberapa bagian:

1. Bahan isolator yang memiliki harga resistivitas antara 1014 – 1022 Ω.cm

2. Bahan semikonduktor yang memiliki harga resistivitas antara 10-2 – 109 Ω.cm

3. Bahan konduktor yang memiliki harga resistivitas 10-5Ω.cm

Ketiga jenis bahan tersebut banyak dimanfaatkan untuk bahan baku pembuatan komponen-

komponen elektronik, misalnya bahan isolator banyak digunakan sebagai lapisan dielektrik

pada kapasitor metal-oksida-semikonduktor, bahan semikonduktor digunakan sebagai lapisan

aktif pada komponen-komponen elektronik maupun komponen optoelektronik sedangkan

konduktor sering digunakan untuk pembuatan kontak pada komponen elektronik.

Fokus pembahasan kita pada modul ini adalah tentang bahan semikonduktor. Setiap

bahan semikonduktor memiliki karakteristik fisis tertentu sehingga dalam aplikasinya harus

merujuk pada karakteristik fisisnya tersebut sebagai contoh untuk aplikasi sensor sinar

ultraviolet yang tingkat sensitifitasnya tinggi tentu kita harus memilih bahan yang memiliki

energi gap yang cukup lebar seperti semikonduktor galium nitrida dengan energi gap sekitar

3,4 eV. Kita bisa juga menggunakan bahan silikon untuk aplikasi sensor ultraviolet namun

divais ini kurang sensitif dibandingkan bahan galium nitrida.

Pada awal perkembangannya bahan semikonduktor yang pertama kali dieksplorasi

adalah Germanium, namun sampai saat ini bahan semikonduktor yang banyak diteliti untuk

bahan baku pembuatan divais elektronik maupun optoelektronik adalah Silikon dengan

pertimbangan bahan silikon cukup melimpah di alam ini dan harganya relatif murah. Selain

silikon material lain yang banyak dipelajari dan diteliti adalah material paduan dari golongan

II-VI atau III-V dalam tabel periodik (gambar 1) baik binary (paduan 2 unsur) maupun







Materi Pelatihan Guru-Guru SMA/MA Provinsi Nangro Aceh Darussalam







2





Modul 4 Semikonduktor





ternary (paduan 3 unsur) seperti ZnO, GaN, AlN, InN, GaAs, GaSb, AlGaN, AlGaSb,

GaNAs dan sebagainya dimana material-material paduan tersebut masing-masing memiliki

ciri khas dan keunikan tersendiri baik dari sifat listrik maupun sifat optiknya yang aplikasinya

dapat disesuaikan dengan karakteristik fisisnya masing-masing.



























































Gambar 1 Unsur-unsur yang banyak digunakan sebagai bahan semikonduktor



B. Model Ikatan atom pada bahan Semikonduktor

Kristal semikonduktor tersusun dari atom-atom yang letaknya saling berdekatan dan

saling berikatan satu sama lain membentuk suatu ikatan kristal yang disebut ikatan kovalen.

Sebagai ilustrasi dari model ikatan kristal tersebut, di bawah ini digambarkan terbentuknya

ikatan kristal pada bahan Silikon. Gambar 2a menunjukan ilustrasi ikatan kovalen dari atom

Silikon pada kondisi temperature nol Kelvin, untuk kasus ini setiap atom Silikon

menyumbangkan satu electron untuk tiap pasangan ikatan kovalen. Apabila kristal

semikonduktor tersebut diberi energi termal dengan kata lain temperaturnya dinaikan, maka

penambahan energi termal tersebut dapat menyebabkan putusnya ikatan kovalen, hal ini

dapat membangkitkan pasangan elektron-hole dimana elektron tersebut dapat bebas dari

keadaan valensi ke keadaan konduksi sedangkan kekosongan yang ditinggalkan elektron akan

menjadi hole seperti nampak pada gambar 2b.









Materi Pelatihan Guru-Guru SMA/MA Provinsi Nangro Aceh Darussalam









3





























































(a)























































(b)



Modul 4 Semikonduktor





Gambar 2 Gambaran ikatan kovalen atom silikon pada kondisi (a) temperatur nol

Kelvin, (b) pada temperatur di atas nol Kelvin













Materi Pelatihan Guru-Guru SMA/MA Provinsi Nangro Aceh Darussalam













4











C. Model Pita Energi Semikonduktor



Modul 4 Semikonduktor



Setiap atom penyusun kristal semikonduktor memiliki sejumlah elektron valensi pada

kulit terluarnya yang menempati keadaan valensi (gambar 3b), keadaan elektron valensi ini

memiliki tingkat energi yang besarnya EV. Elektron valensi ini berkontribusi pada

pembentukan ikatan kovalen antara atom-atom penyusun kristal semikonduktor. Sedangkan

keadaan dimana elektron sudah terbebas dari ikatan kovalen disebut keadaan konduksi

dengan tingkat Energi EC (gambar 3a). Apabila kristal semikonduktor tersebut temperaturnya

dinaikan maka akan ada penambahan energi termal yang menyebabkan terputusnya ikatan

kovalen yang terbentuk. Pemutusan ikatan kovalen ini akan menghasilkan elektron bebas

yang sudah dalam keadaan konduksi dengan tingkat energi EC. Pada gambar 3c diilustrasikan

keadaan elektron konduksi dimana setelah terjadinya pemutusan ikatan kovalen, elektron

valensi pada tingkat energy EV akan berpindah kekeadaan konduksi dengan tingkat Energi

EC. Selisih antara tingkat energi konduksi dengan tingkat energi valensi ini dinamakan energi

celah pita (energy gap) dimana energi gap tersebut merupakan energi minimal yang

dibutuhkan untuk memutuskan ikatan kovalen pada kristal semikonduktor.



































(a) (b) (c)





Gambar 3. Model pita energi bahan semikonduktor





























Materi Pelatihan Guru-Guru SMA/MA Provinsi Nangro Aceh Darussalam





























5











































































D. Tipe Semikonduktor



Modul 4 Semikonduktor





Tabel 1 Energi gap bahan semikonduktor



Bahan semikonduktor dapat dibedakan dari jenis muatan pembawanya, yaitu

semikonduktor intrinsik dan semikonduktor ekstrinsik. Semikonduktor intrinsik merupakan

semikonduktor murni yang belum diberikan atom pengotor (impuritas). Apabila

semikonduktor intrinsik ini dipanaskan maka akan terbentuk pasangan elektron-hole dimana

elektron bermuatan negative dan hole dapat dianggap sebagai muatan positif. Konsentrasi

elektron pada semikonduktor intrinsik sama dengan konsentrasi hole-nya yang dirumuskan :









































Materi Pelatihan Guru-Guru SMA/MA Provinsi Nangro Aceh Darussalam









































6





Modul 4 Semikonduktor





Sedangkan pada semikonduktor ekstrinsik konsentrasi elektron dan konsentrasi hole-nya

tidak sama hal ini disebabkan oleh adanya penambahan muatan pembawa akibat adanya atom

pengotor. Sebagai contoh pemberian atom pengotor fosfor yang memiliki elektron valensi 5

pada semikonduktor silikon yang bervalensi 4 akan menyebabkan adanya satu elektron yang

tidak terpasangkan untuk membentuk ikatan kovalen akibatnya elektron ekstra ini dapat

menyumbangkan pada konsentrasi elektron keseluruhan. Semikonduktor jenis ini dinamakan

semikonduktor tipe-n (negatif) karena didominasi oleh muatan pembawa elektron (gambar 4)























































Gambar 4 kristal silikon yang diberi pengotor fosfor





Apabila kristal Silikon diberi atom pengotor Boron yang memiliki elektron valensi 3

maka akan terbentuk ikatan kovalen yang tidak sempurna karena terdapat satu kekosongan

(hole) yang tidak terisi elektron. Sehingga dengan demikian muatan pembawa pada kristal

silikon yang telah diberi pengotor Boron akan didominasi oleh muatan positif (hole) sehingga

kristal silikon akan bertipe-p (positif) (gambar 5)

























Materi Pelatihan Guru-Guru SMA/MA Provinsi Nangro Aceh Darussalam

























7





Modul 4 Semikonduktor

























































Gambar 5 Kristal Silikon yang telah diberi atom pengotor Boron





E. Tipe arus listrik pada Semikonduktor





Keberadaan elektron dan hole pada semikonduktor akan mempengaruhi karakteristik

listrik pada bahan tersebut. Ada dua jenis arus listrik yang terjadi pada semikonduktor yaitu

arus hanyut (drift) dan arus difusi.





1. Arus Hanyut (Drift)

Ketika semikonduktor diberi medan listrik E, maka partikel-partikel

bermuatan dalam semikonduktor tersebut akan bergerak (hanyut) dengan laju yang

berbanding lurus dengan medan listriknya.





Laju hanyut elektron





Laju hanyut

Dimana



















Materi Pelatihan Guru-Guru SMA/MA Provinsi Nangro Aceh Darussalam



















8











Rapat arus drift untuk elektron adalah:











Rapat arus drift untuk hole adalah:



Modul 4 Semikonduktor













Sehingga rapat arus total drift pada semikonduktor adalah penjumlahan dari rapat arus

drift elektron dengan rapat arus drift hole :











Konduktivitas muatan pembawa pada semikonduktor:



=q(n n + p p) (1/Ω.cm)



Dan resistivitasnya  = 1/  (Ω.cm)





2. Arus Difusi



Arus difusi terjadi akibat adanya perbedaan konsentrasi muatan pembawa.

Arus difusi akan mengalir dari daerah yang berkonsentrasi tinggi ke daerah yang

memiliki konsentrasi rendah. Arus difusi akan sebanding dengan gradien

konsentrasi yang dirumuskan :

Arus difusi untuk hole











Arus difusi untuk elektron













Konstanta DP dan Dn adalah konstanta difusivitas dari hole dan elektron



















Materi Pelatihan Guru-Guru SMA/MA Provinsi Nangro Aceh Darussalam



















9





Modul 4 Semikonduktor





Rapat arus total dalam semikonduktor adalah penjumlahan dari arus drift dengan arus

difusi yang dirumuskan :





Rapat arus total untuk elektron













Rapat arus total untuk hole
Previous
Next Post »